-

The Secret of Lailatul Qadr

MENGINTERUPSI TAKDIR DI GARIS FINISH RAMADHAN

Rahasia Ayat 186 | Al-Baqarah

-

Salam



Intermezzo:


MUQADDIMAH


الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ خَيْرًا مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، وَأَنْزَلَ فِيهَا كِتَابَهُ الْمُبِيْنَ، هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ


أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، الْمُتَفَرِّدُ بِتَصْرِيفِ الْأُمُورِ وَتَقْدِيرِ الْمَقَادِيرِ، الَّذِي يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَعْفُو عَنِ السَّيِّئَاتِ

Asyhadu allā ilāha illallāhu wahdahu lā syarīka lah, al-mutafarridu bi tashrīfil umūri wa taqdīril maqādīr, alladzī yaqbalut taubata ‘an ‘ibādihī wa ya’fū ‘anis sayyi-āt)


وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، الْقَائِلُ: "مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ





اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ


رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي




أَمَّا بَعْدُ



Hadirin hadhirat jama'ah subuh yang dimuliakan oleh Allah
-

Allah menyebut Ramadhan hanyalah Ayyāman Ma’dūdāt—hari-hari yang singkat. Dan betul sekarang tiba-tiba kita sudah berada di hari ke-23, bilangan itu hampir habis.





Rasulullah SAW mengingatkan: Innamal a’mālu bil khawātīm—Amal itu sangat tergantung akhirnya. Juara ditentukan oleh skor akhir, dan kita sedang berada di 100 meter terakhir sebelum garis finish."





Banyak orang yang berhasil di awal Ramadhan, namun gagal di akhir ramadhan.






Insya Allah, bukan jamaah di Masjidta ini. Saya melihat jama'ah subuhnya masih full masya Allah.





لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا




-

"Saya ingin mengawali ceramah subuh ini dengan sebuah cerita tentang keutamaan Ramadhan.






Ada 2 orang lelaki dari Bani Uzrah, sebuah perkampungan dari suku Qudhâ’ah. Keduanya ber-Islam bersama Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam. Salah seorang dari keduanya mati syahid, sedangkan seorang yang lain masih diakhirkan (hidup) hingga setahun (setelah itu).






Thalhah bin ‘Ubaidullah berkata, ‘Surga diperlihatkan kepadaku (dalam mimpi), maka saya melihat bahwa orang yang terakhir (wafat) dari keduanya dimasukkan ke surga sebelum yang mati syahid.






Saya sangat heran dengan hal tersebut. Pada pagi hari, saya menyebutkan hal tersebut kepada Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam, atau hal tersebut disebutkan kepada Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda:





أَلَيْسَ قَدْ مَكَثَ هَذَا بَعْدَهُ سَنَةً؟ قَالُوا: بَلَى. قَالَ: وَأَدْرَكَ رَمَضَانَ فَصَامَ؟ قَالُوا: بَلَى. قَالَ: وَصَلَّى كَذَا وَكَذَا سَجْدَةً فِي السَّنَةِ؟ قَالُوا: بَلَى



(A-laisa qad makatsa hādzā ba'dahu sanatan? Qālū: Balā. Qāla: Wa adraka ramadhāna fa shāma? Qālū: Balā. Qāla: Wa shallā kadzā wa kadzā sajdatan fīs-sanati? Qālū: Balā)




Artinya: "Bukankah orang ini hidup setahun setelahnya? Mereka menjawab: 'Benar'. Rasul bertanya lagi: 'Bukankah ia mendapati Ramadhan lalu berpuasa?'. Mereka menjawab: 'Benar'. Rasul bertanya lagi: 'Dan ia telah shalat sekian sujud dalam setahun itu?'. Mereka menjawab: 'Benar'."






فَمَا بَيْنَهُمَا أَبْعَدُ مِمَّا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ


(Fa mā bainahumā ab'adu mimmā bainas-samā-i wal ardhi)




Artinya: "Maka perbedaan derajat antara keduanya lebih jauh daripada jarak antara langit dan bumi."





Pertanyaannya:

Kenapa satu kali Ramadhan bisa menyalip pahala mati syahid? Jawabannya ada pada apa yang terjadi di malam-malam seperti sekarang ini."

-

Di sepuluh malam terakhir, terjadi sebuah 'Sidang Pleno Langit'. Surah Ad-Dukhan ayat 4 menyatakan: Fīhā yufraqu kullu amrin ḥakīm






Pada malam itu dirinci segala urusan yang penuh hikmah.

Saat kita duduk di sini, para malaikat sedang memegang pena cahaya. Nasib Anda setahun ke depan—rezeki, kesehatan, musibah, hingga ajal—sedang diketuk palu. Malam Qadr adalah malam penetapan administratif langit. Pertanyaannya: Apakah Anda akan membiarkan nasib Anda diputuskan tanpa suara Anda di sana?"

-

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ






Jika ingin mencapai prestasi tertinggi di dunia dan sukses di kehidupan akhirah, biarkan cahaya Allah menerangi jalanta melalui cahaya petunjuk yang jelas dari Al-Quran dan dicontohkan sunnah secara terang-benderang oleh Rasulullah.






Jangan mengambil cahaya yang lain.






Jika Anda pedagang, berdaganglah seperti Rasulullah.


Jika Anda kepala rumah tangga, bimbing anak istrita seperti Rasulullah.


Jika Anda seorang guru, ajarkan Al-Quran dan Sunnah Rasulullah


Jika Anda adalah istri, terangi cahaya rumahta dengan Al-Quran dan Sunnah.


Jika Anda adalah PNS, Pejabat, Pegawai, terangi pekerjaanta amanah, Shiddiq seperti Rasulullah.






Jadikan Rasulullah sebagai panutan di setiap sisi kehidupanta







Jangan pernah menyekutukan Allah, karena satu-satunya dosa yang tidak diampuni adalah dosa syirik







Pelihara sholatta, jika diterima maka seluruh amal baik lainnya akan diterima, namun jika ditolak maka gugurlah seluruh amal lainnya.







Pelajari sejarah Rasulullah setiap hari, tidak mesti pada saat momen perayaan maulid saja.








Melalui momen maulid ini, kita kembali periksa lampu-lampu penerang kehidupanta. Matikan semua lampu yang menyala tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah, ganti dengan lampu-lampu yang bercahaya sesuai dengan kaidah cahaya Al-Quran dan Sunnah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam.








Semoga dengan mengikuti cahaya petunjuk Al-Qur'an yang di contohkan langsung oleh Rasulullah menjadikan kita berjalan menuju akhirat dengan bercahaya dan dikenali oleh Rasulullah saw ketika berjumpa dengan beliau. Sehingga kita masuk dalam barisan yang mendapatkan syafaat beliau.





Amin Yaa Rabbal 'Aalamiin.






سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، نَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ، نَسْتَغْفِرُكَ وَنَتُوبُ إِلَيْكَ.





السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ


Muqaddimah dan artinya
-